Rumus Wajib Microsoft Excel di Dunia Kerja

BLOG - Rumus Wajib Microsoft Excel di Dunia Kerja

Microsoft Excel atau Ms Excel adalah salah satu software spreadsheet dan produk dari Microsoft yang ditawarkan bagi kita sebagai pengguna dalam memenuhi kebutuhan akan pengelolaan data yang sederhana hingga rumit, mengelola teks, tabel, data, diagram, maupun grafik.

Kenapa Microsoft Excel Sangat Populer di Dunia Kerja?

Dunia kerja sendiri seringkali meminta persyaratan kepada calon pegawainya untuk dapat mengoperasikan software Microsoft Excel ini. Kenapa? Pertama, kaya akan fitur dan rumus pengolahan data yang sifatnya angka. Kedua, mudah digunakan. Ketiga, dalam urusan kompatibilitas software in idapat digunakan di banyak sistem operasi seperti Windows, Mac OS, Android dan iOS. Ada alasan lain? Yuk, berikan pendapatmu di kolom komentar.

Bagaimana Cara Mengaktifkan / Memasukkan Rumus di Ms. Excel?

Sebelum memasukkan rumus, kamu harus tau dulu bahwa ada 3 komponen yang wajib digunakan.

  1. Simbol sama dengan ( = )
  2. Nama Function
  3. Baris dan atau kolom mana yang datanya akan diambil untuk diolah. Baris dimulai dari angka yang ada di bagian kiri lembar kerja, dan kolom dimulai dari huruf abjad A, B, C, dan seterusnya.

Misalnya, kamu mau menghitung berapa total penghasilan orang tua siswa yang ada di dalam 1 kelas, lihat contohnya di tabel dibawah ini:

Jika kita mau mengetahui jumlah penghasilan orang tua dari 3 siswa yang ada pada tabel diatas, maka kita perlu memasukkan rumus penjumlahan. Adapun rumus penjumlahan yang akan digunakan adalah SUM.

Perhatikan baris ke-6 pada kolom C atau dengan sebutan CELL C6. Cell inilah tempat kita akan memasukkan rumus sehingga akan keluar hasilnya seperti pada gambar dibawah ini:

Apakah sampai disini udah paham? Kalau belum, maka coba diulangi kembali dari awal ya. Kalau sudah, yuk lanjut ke bagian selanjutnya.

Rumus Ms. Excel yang Paling Sering Digunakan

Pada bagian sebelumnya kita udah tau cara bagaimana mengaktifkan atau memasukkan rumus, nah di bagian ini adalah kumpulan rumus Excel yang paling sering digunakan. Supaya lebih mudah memahami, berikut ini saya siapkan sebuah data yang bisa digunakan untuk penggunaan rumus excel:

Berikut adalah rumus-rumus yang dapat digunakan untuk mengolah data di Microsoft Excel:

SUM

SUM adalah rumus Excel yang digunakan untuk menjumlahkan angka pada sel-sel tertentu. Contohnya jika Kamu ingin mendapatkan total penjualan kotor dari harga jual dan produksi harian, maka rumusnya adalah:
=SUM(F6*E6)

SUMIF

Fungsi rumus Excel SumIF adalah rumus yang berguna untuk menjumlahkan suatu item di tabel yang cocok dengan kondisi tertentu. Misalnya kamu mau mendapatkan berapa total penjualan dari suatu produksi makanan jika terjual > 20 pcs per hari. Maka rumusnya yang digunakan adalah:
=SUMIF(F6:F10;”>20″;G6:G10)

MAX dan MIN

MAX dan MIN adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari angka tertinggi atau terendah di dalam deretan sel yang berisi angka.

Contohnya jika kamu ingin mencari jumlah produksi terbesar yang ada di daftar menu maka rumusnya adalah:
=MAX(A1:A25)

Sedangkan jika terendah adalah
=MIN(A1:A25)

AVERAGE

Rumus Excel AVERAGE berfungsi untuk menghitung rata-rata angka pada cell. Contohnya, Anda sedang mencari rata-rata jumlah produksi, maka bisa menggunakan rumus:
=AVERAGE(F6:F13)

COUNT

Rumus COUNT pada Excel berguna untuk menghitung jumlah cell yang berisi angka. Contohnya adalah data pada sel A1 sampai sel J1 terdapat data angka dan data huruf. Untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka maka Anda bisa menggunakan rumus ini:
=COUNT(A6:A13)

COUNTA

Hampir sama dengan fungsi COUNT, rumus Excel COUNTA ini digunakan bukan hanya untuk menghitung jumlah cell yang berisi angka, akan tetapi juga cell yang berisi apapun sehingga kamu bisa menghitung jumlah sel yang tidak kosong.

Contohnya, kamu ingin mengetahui jumlah realisasi produkt terjual harian maka dapat menggunakan rumus:
=COUNTA(H6:H13)

COUNTIF

Rumus COUNTIF adalah rumus Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah sel yang memiliki kriteria sama untuk kebutuhan penyortiran data.

Misalkan Kamu mau mendapatkan data menu yang memiliki kategori Makanan, maka rumusnya adalah sebagai berikut:
=COUNTIF(B5:C13;”Makanan”)

Perhatikan pada penyeleksian atau pemilihan baris dan kolomnya, jika di dalam header kolom ada kata yang sama sesuai dengan yang ingin ditampilkan, maka hasil perhitungannya akan berbeda.

IF

Rumus IF merupakan rumus Excel yang digunakan untuk memainkan logika tertentu. Rumus ini cukup kompleks untuk digunakan. Biasanya rumus ini digunakan untuk menganalisis data TRUE/FALSE atau benar/salah dan lulus/tidak lulus.

Contohnya jika kamu mau mendapatkan menu apa saja yang laris. Status laris didapatkan jika realisasi terjual adalah lebih dari atau sama dengan jumlah produksi harian. Maka rumusnya adalah sebagai berikut:
=IF(H6>=F6;”Laris”;”Tidak Laris”)

Penggunaan Rumus IF

AND

Rumus Excel AND digunakan untuk menentukan benar (TRUE) atau salah (FALSE) pada data yang ada di sel menggunakan rumus logika IF.

Contohnya saat kamu mau mencari tahu “apakah nilai A1 lebih dari 75 dan kurang dari 100?” maka kamu dapat menggunakan rumus ini. Jika data pada cell memenuhi kriteria yang sudah ditentukan, maka akan muncul hasil dengan tulisan TRUE begitu sebaliknya. Rumusnya adalah sebagai berikut:
=AND(A1>75;A1<100)

OR

Hampir sama dengan rumus AND, rumus OR juga berfungsi untuk menentukan salah atau benarnya data yang ada di sel. Bedanya adalah rumus AND harus memenuhi semua kriteria yang ada di rumus logika, sedangkan rumus OR boleh memenuhi salah satu kriteria rumus logika.

Contohnya jika kamu memiliki data angka dan ingin mencari tahu “apakah nilai A1 kurang dari 70 atau lebih dari 90?”. Jika memenuhi salah satunya maka akan muncul hasil TRUE. Begini rumusnya:
=OR(A1<70;A1=90)

NOT

Rumus Excel NOT adalah kebalikan dari rumus AND dan OR. Karena rumus ini akan memunculkan jawaban TRUE pada data yang tidak masuk kriteria.

Contohnya Anda mencari tahu “apakah nilai A1 tidak lebih dari 100?” jika angkanya adalah kurang dari 100 maka akan muncul hasil TRUE. Rumusnya adalah:
=NOT(A1>100)

VLOOKUP

Rumus satu ini memang cukup susah dan ribet. Tapi, jika mengerti tujuan dan penggunaan rumus ini, pekerjaan akan lebih mudah dan ringkas. Rumus Excel VLOOKUP digunakan untuk mencari data secara vertikal atau tegak dapat menggunakan rumus berikut:
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,[range_lookup])

Keterangan:

  • Lookup_value: Isi sel atau nilai yang diketik.
  • Table_array: Sel atau tabel yang digunakan untuk rujukan pencarian.
  • Col_Index_num: Kolom yang ditunjukkan untuk mengambil nilai.
  • Range_Lookup: Bisa dikosongkan, bisa juga diisi dengan “True” untuk tabel yang disusun berurutan dengan pencarian diartikan sebagai sama dengan atau lebih kecil. Bisa diisi dengan “False” untuk tabel yang tidak harus berurutan dan diartikan sebagai sama persis.

HLOOKUP

Sama halnya dengan VLOOKUP, rumus Excel Hlookup digunakan untuk mencari data, bedanya rumus ini ditujukkan untuk data-data horizontal atau mendatar yang rumusnya adalah sebagai berikut:
=HLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,[range_lookup])

CEILING

Rumus ini digunakan untuk membulatkan angka pada kelipatan sepuluh ke angka atas terdekat. Misalkan Anda mencantumkan data di A2 sebesar Rp 58.399, jika menggunakan rumus ceiling, akan menentukan hasil pembulatan ke angka atas terdekat menjadi Rp 58.400, dengan rumus:
=CEILING(A2;10)

DATE

Rumus DATE memiliki fungsi untuk mendapatkan type data DATE dengan memasukan angka tahun, bulan dan hari. Fungsi DATE kebalikan dari fungsi DAY, MONTH, dan YEAR yang melakukan ekstraksi bulan dan tahun dari data type DATE dengan rumus sebagai berikut:
=DATE(A2;B2;C2)

Apakah kamu punya rumus / function lain yang dapat berguna di dunia kerja? Yuk, tuliskan rumusnya di kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Similar Posts

Leave a Reply